Mencairkan Dana di Jamsostek (BPJS Ketenagakerjaan)

Standard

Hari ini akhirnya jadi juga mencairkan dana di Jamsostek atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama BPJS Ketenagakerjaan. Berhubung memang sudah resign dari perusahaan  per 31 Des 2014, masa kerja juga sudah di atas 5 tahun plus masa tunggu setelah resign 1 bulan, dan memang rencana seterusnya pengennya kerja dari rumah aja,  hari ini  jam 9.00 kurang sedikit, aku dan suami berangkat ke Gedung Jamsostek/BPJS yang beralamat di RUKO GRAND BOUTIQUE CTR, JL. MANGGA DUA RAYA BLK C NO 5,  JAKARTA 14430, TELP: 6286-535, FAKS: 6122-663.

Sampai di sana, sudah ada beberapa orang yang menunggu antrian. Dan karena baru pertama kali ke kantor BPJS, aku menghampiri meja depan dan nanya ke salah satu pegawai (yang kalau lihat dari pakaiannya sptnya sich anak magang) bahwa aku mau mencairkan dana BPJS. Oleh pegawai itu diminta mengisi form yang telah disediakan di meja pojok. Yaitu Form Klaim Jaminan Hari Tua (JHT), Form Permintaan Pembayaran Jaminan Hari Tua, dan Surat Penyataan bahwa memang tidak sedang bekerja di sebuah perusahaan.

Berikut data-data yang harus dipersiapkan saat ingin mengajukan pencairan dana:

1. Kartu Peserta Jamsostek/BPJS asli dan foto copy

2. KTP asli dan foto copy *

3. Kartu Keluarga asli dan foto copy *

4. Surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan asli dan foto copy

5. Formulir Permintaan Pembayaran Jaminan Hari Tua yang telah di isi

6. Buku Tabungan asli dan foto copy (Jika ingin dananya di transfer. Mau ambil tunai juga boleh)

7. NPWP asli dan foto copy (Jika nilai saldo JHT > 50 juta rupiah)

8. Materai

*: Nama dan alamatnya harus yang sesuai dengan data di kartu jamsostek/BPJS kita.

Setelah semua data lengkap, aku serahkan dech ke Pak Satpamnya. Setelah Pak Satpam cek, dia akan masukkan ke map putih, lalu akan letakkan di meja CS.

Form bisa diambil di kantor Jamsostek/BPJS terdekat

Form bisa diambil di kantor Jamsostek/BPJS terdekat

Form kedua yang harus dilengkapi

Form kedua yang harus dilengkapi

BPJS SP

Surat Pernyataan sudah tidak bekerja bermaterai

BTW di kantor Jamsostek ini tidak ada nomor antrian, jadi panggilan dipanggil berdasarkan form yang sudah diserahkan ke CS. CSnya akan ambil dari map paling bawah. Jadi saran aku sich, kalo memang sempat, satu hari sebelumnya ambil dulu aja formnya buat diisi dan persiapkan data-data yang dibutuhkan. Jadi, pas hari-h datang, tinggal kasih ke satpam dech buat nunggu giliran dipanggil. Plus datanglah pagi-pagi, karena semakin siang, semakin ramai aja orang-orang yang datang.

Aku perhatikan aku duduk nunggu dipanggil dari jam. 9.30, lalu jam 10.10 dipanggil. Begitu sampai di meja CS, CSnya bilang dia cek di data komputer, kartu Jamsostekku masih aktif, jadi berkasku dikembaliin dan aku diminta ke Satpam untuk minta Satpam hubungi Ibu Lia (Salah satu staf di sana) untuk menonaktifkan kartu Jamsostekku. Setelah itu aku kembali nunggu sampai Ibu Lia konfirmasi.

Selagi menunggu aku coba bbm HRD tempatku kerja, menurut HRDku sich sudah lama kartuku di nonaktifkan. Bingung juga sich. Tapi ya sudahlah nunggu konfirmasi dari Ibu Lia aja. Setelah nunggu sampai setengah jam lebih masih belum ada kabar dari Ibu Lia, Satpamnya baik banget loh, dia inisiatif telepon ke Ibu Lia untuk nanya status kartuku apakah sudah dinonaktifkan. Setelah Ibu Lia bilang “Sudah.” Pak Satpamnya langsung info ke aku, bisa ke CS lagi. Jadi aku ke CS lagi dech kasih semua berkasku dan menunggu lagi untuk dipanggil. Akhirnya jam 11.30 kurang aku dipanggil lagi. Trus CSnya, Ibu Weny info ke aku bahwa hari ini hari terakhir berlakunya peraturan lama, yaitu bisa mencairkan dana jamsostek jika masa kerja/masa kepemilikan kartu sudah 5 Tahun, plus 1 bulan masa tunggu, dan memang sudah tidak bekerja di sebuah perusahaan. Mulai besok, 1 Juli 2015, berlaku peraturan baru, yaitu masa kerja/masa kepemilikan kartu sudah 10 Tahun, plus 1 bulan masa tunggu. Wah bersyukur banget dech keburu cairin hari ini, kalo gak, walau aku tidak bekerja di perusahaan lagi, tapi aku mesti nunggu sampai usia kartuku 10 tahun. Dan di peraturan baru, dana di jamsosteknya tidak bisa langsung diambil semua tapi akan dibagi beberapa kali gitu. Cuma karena masih banyak banget yang mengantri, aku juga tidak banyak tanya.

Terakhir, pas dicek semua data sudah lengkap, Ibu Weny info ke aku kalau materai yang aku pakai sudah tidak berlaku sejak 1 April 2015, jadi aku harus ganti materai dech. Untungnya sich, Ibu Weny tetap langsung proses, sedang Surat Pernyataan Bermaterainya bisa disusul. Berhubung di BPJSnya gak jual materai, so, suamiku harus ke sekitar untuk cari materai dech. Setelah dapat materainya, baru dech aku serahkan lagi ke Bu Weny. Benar-benar pengalaman banget euy… Tapi bersyukur banget hari ini keburu diurus pencairan dananya. ^^

BPJS Materai

Materai yang berlaku yang berwarna hijau muda banget

Secara keseluruhan, aku cukup puas dengan pegawai di BPJS Mangga Dua yang sangat ramah-ramah.

Bersyukur Setiap Hari

Standard

Berhubung aku belum bisa masak, dan rasa-rasanya belom niat banget terjun ke dapur untuk urusan masak memasak, jadi biasanya kalau mama lagi ke luar kota, seperti sekarang, pasti yang keluargaku khawatirkan “Nanti aku makan apa”. Soalnya aku lagi berbadan dua, mungkin takut aku ga makan kali yach, heheh…Dulu pas single or belum hamil, begitu lapar aku tinggal makan makanan instan sudah cukup, tapi sekarang berbadan dua, aku jadi lebih selektif milih makanan euy, Kurasa semua ibu hamil seperti ini, ingin memberikan yang terbaik buat buah hatinya.

Kalau beberapa bulan lalu, sebelum pulang kampung, mama sengaja bikin lauk, lalu dibekukan di freezer, jadi saat mau makan tinggal aku panasin aja dech. Tadinya kali ini mama mau buatin lauk dibekuin lagi, cuma aku bilang mama ga usah, nanti aku beli sayur aja (ceritanya) or katering makanan sehat seperti yang kuliat di sosmed (baru rencana).

Beruntungnya sich punya suami yang bisa masak dan sangat mengerti istrinya masih adaptasi masalah dapur. (Sekarang aku sangat rajin euy untuk urusan cuci mencuci peralatan dapur).

Hari Minggu maren, suami pergi sendiri ke pasar di cengkareng buat beli jatah masak 2-3 hari ini. (Soalnya suami lom familiar dengan pasar di daerahku). Biasa tiap ke pasar, pasti ibu-ibu penjualnya selalu ngegodain dengan bilang, “Enak yach jadi istrinya, ga perlu masak.” Suamiku selalu senyam senyum menjawab, “Saya bagian kotorinnya, Bu. Dia bagian bersih-bersihnya.”

Dari semalam suami da rebus ayam biar empuk, biar pagi langsung dimasak dech, juga rendam kacang ijo ama kacang merah requestku jadi pagi tinggal dimasak aja. Tadi pagi pas bangun, nasi sudah matang, sup ayam juga udah jadi, tinggal kacang ijo&kacang merah yang masih di masak. Tinggal aku bersih-bersih dech peralatan dapurnya.

Hari ini juga di rumah penuh dengan buah, ada pepaya, melon, mangga. Jadi sepanjang siang sampai malam, banyak buah buat cemilanku. plus kutambahin tomat, karena pas ikut senam hamil 2 minggu lalu, bidannya sempat bilang tomat bagus buat bumil karena mengandung kalsiium tinggi. kalau bisa setiap hari minimal makan 1 tomat, bisa bantu banget redain pegal-pegal selama masa kehamilan.Benar-benar harus bersyukur tiap hari karena begitu banyak orang yang care denganku disekitarku, dan memaklumi diriku yang belum bisa masak, terutama keluarga tercinta.^^ Tapi aku yakin, suatu hari aku pasti akan menjadi ratu dapur… hohohooh… yach mungkin yang goreng menggoreng akan tetap diserahakan pada suami, tapi tumis menumis, or yang simple-simple, kayak bikin sup pasti someday akan kukuasai dengan baik euy..BB11650671_10153393077896153_2068391421_nbb sm

Ceritanya… DANA PENDIDIKAN

Standard

Gak nyangka, ternyata udah lama banget ga nongol di blog ini sejak tulisan lalu di awal 2013. Berhubung sekarang udah full time kerja dari rumah, dan sedang menantikan buah hati kami yang diprediksi lahir akhir bulan depan, belakangan jadi rajin banget buka-buka forum femaledaily, dapat manfaat banyak plus ikutan sharing dsb. Dan aku sangat menikmatinya. Trus kepikiran, pengen euy rutin nulis blog lagi. Soalnya sering dapat manfaat dari blog2 orang lain, mau juga donk blog aku bisa memberi manfaat bagi orang lain.

Sejak menikah 1 Juni 2014 sampai Juni 2015, udah lupa tuch semua info financial planning yang dulu pernah dibaca di web, buku, forum maupun yang dipelajari saat ikut QMPCnya Ligwina Hananto. Trus… belakangan kan lagi rame tuch anak-anak pada liburan sekolah, kenaikan kelas, mak-mak pada sibuk bayarin biaya masuk dsb dsb… Baru dech jreng jreng tersadar… Kayaknya bis married setahun ini kok malah ga rapihin keuangan keluarga, trus nanti biaya anak kami gimana donk!!!

Mungkin karena keasyikan kali ya.. Jadi setahun ini bis married, aku ma suami tiap dapat uang lebih, uang bonus, uang kaget, pokoke main pakai aja dah, ga dibikin plan a-z. Padahal dulu jauh sebelum married, n pas lagi rajin2nya baca2 info financial planning, udah mikir, kalo nanti married akan atur keuangan keluarga seperti apa…

Untungnya sich sadar di saat tepat, sebelum bayi kami lahir akhir bulan depan gegara baca blog Mba Darina soal biaya pendidikan putrinya Zahra. So beberapa hari kemarin mulai dech aku ajak suami diskusi kami mau bikin financial planning keluarga seperti apa. Trus yang pertama kami benahi adalah DANA PENDIDIKAN anak euy… Mulai dech cari info biaya DANA PENDIDIKAN di sekolah yang kami ingin anak kami sekolah kelak. Berhubung ga sempat ke sekolahnya juga, jadi nitip keponakan tanyain dech, karena kebetulan anak keponakan juga masuk TK di sana tahun ini. Bis dapat infonya, baru tau donk kalo ternyata uang pangkal tuch di bayar tiap tahun toh. Aku kirain kalau masuk SD misalnya, ya cuma bayar uang pangkal SD kelas 1 aja, kelas 2-6 udah ga usah kalau masih di sekolah yang sama, begitu juga uang pangkal SMP dan SMU. Ternyata no no euy.. tiap tahun walau sekolah di sekolah sama, tetap bayar uang pangkal. Kalo dari data yang kudapat, naik kelas 6 SD, SMP 3 (VIIII) dan SMU 3 (X11) yang ga perlu biaya pangkalnya tuch. Tapi mungkin tiap sekolah beda-beda ya kebijakannya.

Ternyata mank kalo investasi di reksadana untuk jangka panjang, mengurangi beban banget yaks.. Soalnya sempat kaget euy pas mulai masukin angka dan liat perkiraan biaya nantinya. Untungnya ternyata dengan rutin investasi tiap bulannya saat ini, ternyata kami cukup investasi sekitar 1,6jt perbulan untuk uang pangkal baby kami dari KB-SMU. (Step awal masih itungnya uang pangkal dulu aja euy, step by step pengen sich rinciin biaya uang semester, uang spp dsb dsb).

Untuk penghitungannya, karena tahun 2013 lalu aku pernah ikut QMPCnya QM Financial, jadi aku tinggal masukin angka dari file excel yang dulu dapat aja dech, trus keluar hasilnya.

Berikut penampakannya. Sapa tahu berguna bagi ibu-ibu yang lagi mau bikin Dana Pendidikan anaknya^^

Dana Pendidikan Anak

Semuanya aku invest aja di RDS, lalu untuk KB-SD aku gabung aja jadi satu. Maren sempat cek ricek banding-bandingin performa RDS, RDS Schorder Dana Prestasi Plus cukup oke, jadi ya sudah mao nambah baru RDS di bank Commonkaya aja. Walau sebenarnya agak mikir sich tiap beli kena fee 2%, tapi moga returnnya lebih tinggi berkali lipat dari fee pembeliannya euy *amin*

Sedang untuk SMP, SMU, Kuliah, aku pake RDS yang memang sejak single dah ada,  jadi tinggal terusin aja. Trus walau di RDS sejak single sudah ada uangnya, aku anggap itu buat uang tambahan aja. Untuk biaya kuliahnya, aku itung biaya dari semester 1-8 include biaya BP3nya. Sehingga seperti itulah hasilnya.

untuk target return sich aku yang nulis sendiri.. hahah ngarepin banget moga aja returnnya at least sama or lebih besar dari yang aku tulis. Amin…^^

BERUBAH

Standard

WOW.. sudah 2013 aja.. waktu memang berlalu sangat cepat.

Boleh di bilang aku tuch jarang banget nulis di blog. Tahun 2012 cuma sempat nulis 1 kali di Januari.. ckckkc..

2013, tahun baru buat aku, dan aku yakin begitu juga untuk banyak orang di luar sana.

Awal tahun memang biasa bisa memberikan semangat baru yach..

Begitu juga buatku. Di 2013 ini, sudah banyak resolusi dan rencana-rencana yang ingin kulakukan dan kuwujudkan.

Salah satunya, pengen belajar meditasi, belajar lebih mengendalikan pikiran sendiri. Tanpa sadar, seringnya, kita, termasuk aku, begitu terpengaruh dengan apa yang dipikirkan dan dikatakan orang lain. Padahal, kadang orang tersebut bicara hanya karena sekedarnya saja, tapi kadang perkataan yang sekedarnya malah bisa memengaruhi kita begitu dalam. Semoga saja aku bisa semakin mengendalikan pikiranku, mengenal diriku semakin dalam.

Selain itu, aku juga putuskan bergabung di paduan suara Fei Xiang, paduan suara yang dibentuk oleh orang tua teman SMUku.. Tujuanku ikut padus, selain ingin mempunyai kegiatan baru, berkenalan dengan komunitas baru, aku juga ingin melatih suaraku supaya saat karaoke dengan teman-teman, bisa cukup enak di dengar, hahhaha.. bis selama ini kalo nyanyi kok ga pede ya.. padahal demen karaoke.

Di tahun 2013 juga aku ingin punya usaha baru, dan pengen memulai online shop baru, yang harusnya bulan Januari ini sudah bisa launcing. Kalo secara domain doank sich, akhir tahun lalu aku da beli. Hohooho.. moga everything berjalan lancar sesuai yang kurencakan.

Hidup ini memang indah yach.. tergantung bagaimana cara kita berpikir dan memaknainya.

~D~

 

I Love MY JOB. How About You..

Standard

Jadi begini cerita,

semalam, entah mengapa saya sulit terlelap. Padahal semalam hanya sempah menyeduh teh susu yang teman berikan saat liburan ke RRC. harusnya teh susu tidak mengandung kafein. Atau mungkin karena saya yang terlalu bersemangat menghitung berapa total penghasilan yang akan saya dapat akhir bulan ini (kantor dan freelance).

Selain itu, yang muncul dalam kepala semalam adalah, betapa saya sangat bersyukur saya bekerja sesuai passion saya. Karena saya tahu, di luar sana, orang yang bekerja sesuai passionnya masihlah kaum minoritas.

Passion saya adalah menerjemahkan film dan serial dari Mandarin ke Indonesia. Dan pekerjaan saya di kantor, maupun sebagai seorang freelancer sesuai dengan passion saya.

Sebenarnya saya sudah mencari pekerjaan menerjemahkan film/serial sejak zaman kuliah. Hanya saja waktu itu saya belum menemukan channel untuk bisa masuk di bidang ini. Sempat bertanya pada dosen tempat saya kuliah, saat itu dosen saya hanya berkata mungkin bisa coba kirim email ke cinekom. Dan memang sempat saya layangkan email ke cinekom, blockbuster dan memberitahu ketertarikan saya menerjemahkan film/serial. Bahkan beberapa kali saya melayangkan email beserta CV. Tapi belum juga mendapat balasan.

6 tahun berlalu (Dihitung dari tahun ke 2 saya kuliah), di sini saya sekarang, menemukan apa yang selama ini saya cari. Menerjemahkan film dan serial Mand-Ind. Mungkin juga karena keinginan saya yang kuat yang mengantarkan saya menemukan pekerjaan yang sudah 4 tahun saya geluti. Awalnya bekerja di bidang ini pun saya tidak tahu bahwa inilah pekerjaan yang sedang saya cari. Saat itu, teman kakak hanya bilang di kantornya sedang membutuhkan karyawan yang bisa bahasa Mandarin, bekerja sebagai karyawan divisi Quality Control yang tugasnya adalah mengecek audio dan visual, juga terjemahkan serial drama yang akan stasiun tersebut tayangkan.

Setelah bekerja di sana, saya baru tahu, ini pekerjaan yang selama ini saya cari. Dan saya sering bilang kepada staff sedivis, maupun kepada calon staff yang saya interview bahwa di satu sisi kita bisa berpikir bahwa kantor membayar kita untuk menonton, bukankah ini menyenangkan!

Dan tepatnya 2 tahun lalu, saya juga mulai memperlebar sayap dengan menjadi seorang penerjemah lepas untuk serial maupun film Mandarin ke Indonesia. Pekerjaan itu saya dapatkan dengan menawarkan diri pada production house bahwa saya tertarik untuk menerjemahkan serial atau film lepas mereka. Kesempatan pun datang.

Hingga saat ini, sebagai seorang penerjemah lepas, total yang sudah saya terjemahkan sekitar 30-an judul, (Tidak termasuk iklan maupun buku)yang terdiri dari, film sebanyak 12 judul (kebanyakan adalah film jadul tentang vampire yang seringnya saya tidak tahu ditayangkan di stasiun apa karena tidak menanyakannya), lalu serial dengan total sekitar 220an eps (dihitung dari tahun 2010-Jan 2012, data 2009 sudah hilang, sempat tayang di TV kabel dan TV swasta, bahkan beberapa adalah serial kolosal ternama ), lalu ada sekitar 100 lebih eps saya menjadi editor, yaitu, setelah teman menerjemahkan, saya akan mengecek lagi apakah sudah tepat hasil terjemahannya.

Impian terbesar tahun ini selain MENIKAH, adalah bisa masuk dalam dunia penerjemahan film Mandarin yang akan tayang di Bioskop Indonesia. Seperti cerita saya  di post sebelumnya bahwa saya sedikit kecewa dengan hasil terjemahan film Mandarin di bioskop yang terakhir saya tonton, saya pikir mungkin tidak bisa sepenuhnya juga menyalahkan penerjemah film tersebut. Karena saya yakin, Beliau pasti menerima skrip film Mandarin tersebut dalam Bahasa Inggris, yang tentu saja, sedikit banyak pasti berbeda dengan isi cerita, ataupun terlalu singkat. Karena saya sendiri saat menerjemahkan film jadul, kadang hanya mendapat skrip bahasa inggris yang menurut saya kadang terlalu singkat, kurang pas dengan isi filmnya. Apalagi saya lihat Beliau sering menerjemahkan film-film berbahasa Inggris, dan hasilnya menurut saya cukup bagus.

Karena itulah keinginan menerjemahkan film Mandarin yang akan tayang di Bioskop Indonesia begitu menggebu gebu berkobar.

Kembali ke judul post saya kali ini, “I Love My Job, How About You”

Saat saya menuliskannya, saya memang benar-benar merasakannya. Saya mencintai, saya menikmati pekerjaan saya sekarang, baik di kantor, sebagai penerjemah lepas ataupun sebagai seorang entepreuner.

Saya senang bekerja sesuai passion saya. Dan tentunya saya berharap semakin banyak orang yang akan bekerja sesuai passion mereka. Saya ingat pernah mendengar ada yang berkata bahwa, “Jika kamu belum menemukan passionmu saat ini, maka cintailah pekerjaanmu saat ini, mungkin saja kelak pekerjaan inilah yang akan menjadi passionmu.”

Dan menurutku memang penting bekerja sesuai passion. Kenapa? Karena bahkan saya yang sangat mencintai pekerjaan saya di kantor pun pernah berpikir untuk resign, alasannya pun beraneka, misalnya tidak suka dengan cara atasan memimpin, bosan, jenuh, dll. Tapi lagi-lagi karena I Love My Job, maka  saya pun bertahan, karena saya bekerja untuk diri saya, saya bekerja sesuai passion saya.

 

Diana Xu

I Love My Job

How About You

THANX to YOU— MY Lappie–BYON

Standard

udah mau 2 tahun pake lappie Byon Queva ini…

puas banget loh… soalnya ini lappie benar-benar ruaarrrr biasa… boleh dibilang ampir tiap ari aku pakai dan biasanya pasti di atas 4 jam. kadang kalo yang lagi urgent.. sehari bisa di atas 12 jam nonstop.. biasa s pas sabtu or minggu deadline mo selesain film.

si putih ini setia banget nemenin aku kerja.. ampe kadang begadang gadang.. seperti minggu lalu.. ampe jam 3 pagi dia baru aku shutdown. hoohhhhho…

heheh kadang merasa tidak enak hati juga ama si putih, bis aku t jarang banget bersihin, boleh dibilang cuma bersihin seadanya aja.. padahal tahu sendiri, namanya warna putih kalo ga sering bersihin lama2 kuning d… or kotor d..

thanx banget for my lappie putih… bersama lappie byon putih ini, kalo diitung2.. sudah lumayan menghasilkan banyak income tambahan for me.. income tambahan yang aku tahu akhirnya akan menjadi income utamaku hohohohooh

Harapan saat ini kalo soal karir… pengen banget menerjemahkan film yang akan tayang di bioskop. terakhir nonton film mandarin yang ditranslate ke Indonesia, bulan lalu saat nonton The Sorcere and the White Snake. Aduh sumpah, kecewa banget d ama terjemahannya. Aku yakin kok aku bisa menerjemahkannya dengan lebih baik.

Moga segera ketemu channel untuk mentranslate film bioskop euy.. hoohoho

inilah beberapa penampakan si putih Byon setelah hampir 2 tahun bersamaku…^^