Jadi begini cerita,
semalam, entah mengapa saya sulit terlelap. Padahal semalam hanya sempah menyeduh teh susu yang teman berikan saat liburan ke RRC. harusnya teh susu tidak mengandung kafein. Atau mungkin karena saya yang terlalu bersemangat menghitung berapa total penghasilan yang akan saya dapat akhir bulan ini (kantor dan freelance).
Selain itu, yang muncul dalam kepala semalam adalah, betapa saya sangat bersyukur saya bekerja sesuai passion saya. Karena saya tahu, di luar sana, orang yang bekerja sesuai passionnya masihlah kaum minoritas.
Passion saya adalah menerjemahkan film dan serial dari Mandarin ke Indonesia. Dan pekerjaan saya di kantor, maupun sebagai seorang freelancer sesuai dengan passion saya.
Sebenarnya saya sudah mencari pekerjaan menerjemahkan film/serial sejak zaman kuliah. Hanya saja waktu itu saya belum menemukan channel untuk bisa masuk di bidang ini. Sempat bertanya pada dosen tempat saya kuliah, saat itu dosen saya hanya berkata mungkin bisa coba kirim email ke cinekom. Dan memang sempat saya layangkan email ke cinekom, blockbuster dan memberitahu ketertarikan saya menerjemahkan film/serial. Bahkan beberapa kali saya melayangkan email beserta CV. Tapi belum juga mendapat balasan.
6 tahun berlalu (Dihitung dari tahun ke 2 saya kuliah), di sini saya sekarang, menemukan apa yang selama ini saya cari. Menerjemahkan film dan serial Mand-Ind. Mungkin juga karena keinginan saya yang kuat yang mengantarkan saya menemukan pekerjaan yang sudah 4 tahun saya geluti. Awalnya bekerja di bidang ini pun saya tidak tahu bahwa inilah pekerjaan yang sedang saya cari. Saat itu, teman kakak hanya bilang di kantornya sedang membutuhkan karyawan yang bisa bahasa Mandarin, bekerja sebagai karyawan divisi Quality Control yang tugasnya adalah mengecek audio dan visual, juga terjemahkan serial drama yang akan stasiun tersebut tayangkan.
Setelah bekerja di sana, saya baru tahu, ini pekerjaan yang selama ini saya cari. Dan saya sering bilang kepada staff sedivis, maupun kepada calon staff yang saya interview bahwa di satu sisi kita bisa berpikir bahwa kantor membayar kita untuk menonton, bukankah ini menyenangkan!
Dan tepatnya 2 tahun lalu, saya juga mulai memperlebar sayap dengan menjadi seorang penerjemah lepas untuk serial maupun film Mandarin ke Indonesia. Pekerjaan itu saya dapatkan dengan menawarkan diri pada production house bahwa saya tertarik untuk menerjemahkan serial atau film lepas mereka. Kesempatan pun datang.
Hingga saat ini, sebagai seorang penerjemah lepas, total yang sudah saya terjemahkan sekitar 30-an judul, (Tidak termasuk iklan maupun buku)yang terdiri dari, film sebanyak 12 judul (kebanyakan adalah film jadul tentang vampire yang seringnya saya tidak tahu ditayangkan di stasiun apa karena tidak menanyakannya), lalu serial dengan total sekitar 220an eps (dihitung dari tahun 2010-Jan 2012, data 2009 sudah hilang, sempat tayang di TV kabel dan TV swasta, bahkan beberapa adalah serial kolosal ternama ), lalu ada sekitar 100 lebih eps saya menjadi editor, yaitu, setelah teman menerjemahkan, saya akan mengecek lagi apakah sudah tepat hasil terjemahannya.
Impian terbesar tahun ini selain MENIKAH, adalah bisa masuk dalam dunia penerjemahan film Mandarin yang akan tayang di Bioskop Indonesia. Seperti cerita saya di post sebelumnya bahwa saya sedikit kecewa dengan hasil terjemahan film Mandarin di bioskop yang terakhir saya tonton, saya pikir mungkin tidak bisa sepenuhnya juga menyalahkan penerjemah film tersebut. Karena saya yakin, Beliau pasti menerima skrip film Mandarin tersebut dalam Bahasa Inggris, yang tentu saja, sedikit banyak pasti berbeda dengan isi cerita, ataupun terlalu singkat. Karena saya sendiri saat menerjemahkan film jadul, kadang hanya mendapat skrip bahasa inggris yang menurut saya kadang terlalu singkat, kurang pas dengan isi filmnya. Apalagi saya lihat Beliau sering menerjemahkan film-film berbahasa Inggris, dan hasilnya menurut saya cukup bagus.
Karena itulah keinginan menerjemahkan film Mandarin yang akan tayang di Bioskop Indonesia begitu menggebu gebu berkobar.
Kembali ke judul post saya kali ini, “I Love My Job, How About You”
Saat saya menuliskannya, saya memang benar-benar merasakannya. Saya mencintai, saya menikmati pekerjaan saya sekarang, baik di kantor, sebagai penerjemah lepas ataupun sebagai seorang entepreuner.
Saya senang bekerja sesuai passion saya. Dan tentunya saya berharap semakin banyak orang yang akan bekerja sesuai passion mereka. Saya ingat pernah mendengar ada yang berkata bahwa, “Jika kamu belum menemukan passionmu saat ini, maka cintailah pekerjaanmu saat ini, mungkin saja kelak pekerjaan inilah yang akan menjadi passionmu.”
Dan menurutku memang penting bekerja sesuai passion. Kenapa? Karena bahkan saya yang sangat mencintai pekerjaan saya di kantor pun pernah berpikir untuk resign, alasannya pun beraneka, misalnya tidak suka dengan cara atasan memimpin, bosan, jenuh, dll. Tapi lagi-lagi karena I Love My Job, maka saya pun bertahan, karena saya bekerja untuk diri saya, saya bekerja sesuai passion saya.
Diana Xu
I Love My Job
How About You